Semua bacaan

N34 menit baca

帰り道

Jalan Pulang

Jalan perumahan Jepang yang akrab saat senja, dengan jalan pulang membentang di bawah sejalur langit petang yang sempit.

Dibacakan suara sintetis dan sudah diperiksa oleh seseorang.

Tampilan
Furigana
Tanda belajar

KosakataTata bahasa

Menandai kata dan pola yang diajarkan artikel ini, serta apa pun yang setara atau di atas levelnya. Kata lain tetap bisa diketuk.

Terjemahan

、。

Telaah paragraf ini

同じ道を / もう十年 / 歩いている

同じ
Menerangkan nomina langsung tanpa な: 同じ道 = jalan yang sama. 同じな道 itu keliru.
を
Dengan verba gerak, を menandai ruang yang dilewati, bukan objek yang dikenai. 道を歩く = berjalan menyusuri jalan.
もう
Di sini artinya “sudah”, bukan “lagi”.
十年
Sebuah durasi. Bahasa Jepang menaruhnya sebelum verba tanpa partikel.
歩いている
歩く → 歩いて → 歩いている. ⚠️ Bukan “sedang berjalan saat ini”: pada tindakan berulang, 〜ている menandai keadaan yang bertahan sampai kini — “sudah sepuluh tahun dan masih”.

Tidak ada 「私」 dalam kalimat ini. Bahasa Jepang menghilangkan subjek kalau konteksnya jelas; dalam Bahasa Indonesia “saya” harus dimunculkan lagi.

。、。

Telaah paragraf ini

2 kata1 pola tata bahasa1 latihan

道そのものは / 変わらない。// けれども、// 道の両側は / 少しずつ / 変わっていく。

そのもの
Menambah penekanan: “jalan itu sendiri”, berbeda dari yang ada di sisinya.
は
Menandai topik sekaligus membangun kontras — 道そのものは menyiratkan “tetapi yang lain berubah”.
変わらない
変わる → 変わらない. Negatif bentuk biasa — seluruh teks memakai bentuk biasa, jadi tidak ada です/ます sebagai penanda sopan.
けれども
Menyambung dua klausa secara kontras: “tetapi”.
の
Menghubungkan dua nomina: 道の両側 = kedua sisi jalan.
少しずつ
ずつ setelah jumlah memberi laju yang tetap: “sedikit demi sedikit”.
変わっていく
変わる + 〜ていく. Perubahan bergerak dari sekarang ke depan. Pasangannya, 〜てくる, membawanya sampai ke kini.

Ada dua は dalam satu paragraf, keduanya kontrastif: masing-masing menempatkan topiknya berhadapan dengan sesuatu yang tidak diucapkan.

、。、。、。

Telaah paragraf ini

4 kata1 pola tata bahasa1 latihan

去年まであった花屋は / 今は / コンビニになった。

まで
Menandai titik akhir waktu: “sampai tahun lalu”.
あった
ある → あった. Di dalam klausa penerang nomina, ia menggambarkan keadaan, bukan peristiwa lampau: “toko bunga yang dulu ada di situ”.
になった
なる memakai に untuk apa yang menjadi hasilnya: X になる = menjadi X.
通った
⚠️ Ini 通う (かよう), rutin mendatangi — bukan 通る (とおる), melewati. Toko buku yang sering didatangi waktu kecil memakai 通う.
いつのまにか
“Tanpa terasa” — perubahan itu terjadi tanpa disadari penutur.
消えていた
消える + 〜ていた. Ketika ia sadar, keadaan itu sudah terjadi.
たびに
Menempel pada verba bentuk kamus: tiap kali hal itu terjadi, hasil yang sama menyusul.
思い出せなくなる
思い出す → 思い出せる (potensial) → 思い出せない → 思い出せなくなる. “Menjadi tidak bisa mengingat”.

〜なくなる adalah tiga pola tata bahasa yang ditumpuk pada satu verba. Membacanya dari kiri ke kanan — potensial, lalu negatif, lalu perubahan — adalah jalan tercepat.

。、。。、。

Telaah paragraf ini

5 kata1 pola tata bahasa1 latihan

毎朝 / あいさつを交わしていた老人は、// 去年の冬から / 見かけない。

も
Menggantikan は/が dan menambah makna “juga”.
入れ替わった
入れ替わる adalah verba intransitif — orangnya berganti sendiri, bukan diganti seseorang.
交わしていた
交わす + 〜ていた: kebiasaan yang dulu berlangsung. Ia menerangkan 老人 secara langsung.
から
Setelah keterangan waktu, から menandai titik awal: “sejak musim dingin lalu”.
見かけない
Negatif bentuk biasa dari 見かける (kebetulan melihat). Bentuk kini, jadi: “selama ini tidak melihatnya”.
だろうか
Mengubah dugaan menjadi pertanyaan pada diri sendiri: “apa jangan-jangan…”.
てしまう
足を速めてしまう — 〜てしまう menandai sesuatu yang dilakukan tanpa disengaja.

Kalimat berhenti di 「引っ越したのだろうか。」 dan tidak pernah menyebut kemungkinan yang lain. Lalu 〜てしまう memperlihatkan ia sedang memalingkan diri. Tata bahasanya mengerjakan apa yang kata-katanya hindari.

、、。

Telaah paragraf ini

1 kata

角を曲がったときに / 見える空だけは、// 昔のままだ。

それでも
“Meski begitu” — mengakui yang sebelumnya lalu mendorong ke arah sebaliknya.
角
⚠️ Di sini dibaca かど (tikungan jalan), bukan かく (sudut). 角を曲がる adalah ungkapan tetap.
を
Dengan verba gerak, を menandai ruang yang dilewati, bukan objek yang dikenai. 道を歩く = berjalan menyusuri jalan.
たときに
Lampau bentuk biasa + とき = “ketika (itu terjadi)”. に memakunya pada saat itu.
見える
Verba intransitif: sesuatu terlihat, bukan “saya melihatnya”. Bandingkan dengan 見る.
だけ
Membatasi yang mendahuluinya: hanya langit itu.
のままだ
まま = keadaan yang dibiarkan apa adanya. 昔のまま = sama seperti dulu.

、。、。、。

Telaah paragraf ini

2 kata1 pola tata bahasa1 latihan

建物の間から / 細長く見えるだけの空だが、// 季節によって / 色が変わる。

間
⚠️ Di sini dibaca あいだ (di antara dua hal), bukan ま.
から
Setelah keterangan waktu, から menandai titik awal: “sejak musim dingin lalu”.
だけの
だけ + の mengubah pembatasan itu menjadi keterangan: “langit yang hanya terlihat setipis itu”.
が
Di antara dua klausa, が berarti “tetapi”, bukan penanda subjek.
によって
“Tergantung pada”: warnanya berubah menurut musim.
白く
白い → 白く. Bentuk adverbial, dipakai untuk menyambung ke klausa berikutnya.
ほど
⚠️ ほど yang menyatakan perbandingan: makin lelah harinya, makin lama ia memandang. Bukan yang berarti “kira-kira”.

。、。、。

Telaah paragraf ini

4 kata1 pola tata bahasa1 latihan

アスファルトがぬれると、// 十年前と / まったく同じにおいがする。

も
Menggantikan は/が dan menambah makna “juga”.
と
Setelah verba bentuk biasa, と berarti “kalau ~ maka”, menggambarkan hasil yang pasti.
十年前と
と ini berarti “dengan / dibandingkan”: dibandingkan sepuluh tahun lalu.
がする
においがする, 音がする — pola tetap untuk menangkap bau atau bunyi.
という
Menyambungkan sebuah kata ke nomina sesudahnya: 記憶というもの = yang namanya ingatan.
より
Perbandingan: A より B のほうが〜 = B lebih ~ daripada A.
かもしれない
Dugaan yang benar-benar tidak pasti — lebih lemah dari だろう.

「〜のかもしれない」 dengan の menjadi satu lapis lebih lembut lagi: ia menyodorkan pikiran itu, bukan menegaskannya.

。、、。。

Telaah paragraf ini

3 kata

駅から家まで、// いつもだいたい同じ歩数で / 着く。

数えたことはない
〜たことがある/ない = pernah (belum pernah) melakukan sesuatu. は di sini menambah kontras: “sebenarnya belum pernah menghitung, tetapi…”.
けれど
“Meskipun / tetapi”. Sedikit lebih lembut daripada けれども.
から
Setelah keterangan waktu, から menandai titik awal: “sejak musim dingin lalu”.
で
Menandai cara atau ukuran: tiba dengan jumlah langkah yang kira-kira sama.
着く
Verba intransitif “tiba”. Tujuannya memakai に, tetapi di sini dihilangkan.
のだろう
の + だろう menjelaskan alasan yang disimpulkan penutur: “rupanya karena…”.

、

、。

Telaah paragraf ini

道は同じでも、// 歩く人は / 同じではない。

でも
Bentuk biasa + でも = “sekalipun”. Di sini: “sekalipun jalannya sama”.
歩く人
Verba bentuk kamus menerangkan nomina langsung — tanpa の, tanpa pronomina relatif. “Orang yang berjalan”.
ではない
Negatif bentuk biasa dari だ. Lebih formal daripada じゃない.

、。、。、。

Telaah paragraf ini

1 kata1 pola tata bahasa1 latihan

十年前の私は、// この道を早く抜けたいと / 思っていた。

十年前の私
の menyambungkan keterangan waktu ke nomina: “saya yang sepuluh tahun lalu”.
抜けたい
抜ける (melewati sampai habis) + 〜たい (ingin). たい berinfleksi seperti adjektiva-i.
と思っていた
と mengutip pikiran itu; 思っていた adalah 〜ていた — keadaan pikiran yang berlangsung, bukan satu saat saja.
ても
歩いてもいい — 〜てもいい = “boleh ~”, menyatakan izin atau penerimaan.
ようになった
⚠️ Perubahan yang sudah mapan: dulu ia tidak merasa begitu, sekarang iya.
ではなく
“Bukan A melainkan B”. ではなく adalah bentuk kontinuatif dari ではない, untuk menyambung ke bagian berikutnya.
速さ
速い → 速さ. 〜さ mengubah adjektiva menjadi nomina.

、。、。

Telaah paragraf ini

1 kata

そう思うと、// 少し気が楽になる。

そう
Menunjuk balik ke pikiran yang baru disebut: “berpikir begitu”.
と
Setelah verba bentuk biasa, と berarti “kalau ~ maka”, menggambarkan hasil yang pasti.
気が楽になる
Ungkapan tetap: 気 (perasaan) + が + 楽 (lega) + になる = hati menjadi ringan.
もまた
も dan また ditumpuk: “besok pun lagi”. Justru pengulangan itulah intinya.

Sudah selesai membaca? Mari cek apakah isinya benar-benar masuk.


Pemahaman bacaan

Soal dan pilihan jawaban dalam bahasa Jepang, seperti pada JLPT. Penjelasannya dalam bahasa Indonesia.

  1. 問1

    「私」がこの道を歩くようになって、どのくらい経ちましたか。

  2. 問2

    花屋があった場所は、今どうなっていますか。

  3. 問3

    「そこまで考えて、いつも足を速めてしまう」とあるが、なぜか。

  4. 問4

    「その空を長く見てしまう」の「その空」とは、どの空か。

  5. 問5

    筆者は、十年前と今とで何が変わったと言っているか。

Tampilkan terjemahan penuh

Terjemahan pembanding — sebaiknya dibuka setelah Anda membaca sendiri sekali.

Jalan yang sama itu sudah sepuluh tahun saya lalui.

Yang berubah

Jalannya sendiri tidak berubah. Tetapi kedua sisinya berubah, sedikit demi sedikit.

Toko bunga yang sampai tahun lalu masih ada kini sudah jadi minimarket. Toko buku yang sering saya datangi waktu kecil lenyap tanpa terasa. Setiap kali ada toko baru berdiri, saya makin tidak bisa mengingat dulu di situ ada apa.

Tetangga pun berganti. Bapak tua yang setiap pagi bertukar sapa dengan saya sudah tidak terlihat sejak musim dingin lalu. Apa beliau pindah, ya. Setiap kali pikiran saya sampai ke situ, tanpa sadar langkah saya jadi lebih cepat.

Yang tidak berubah

Meski begitu, sepotong langit yang terlihat saat membelok di tikungan itu masih persis seperti dulu.

Itu hanya sejalur langit sempit dan panjang di antara bangunan, tetapi warnanya berubah menurut musim. Memutih di musim panas, biru di musim dingin. Makin lelah saya pulang, makin lama saya memandanginya.

Bau hari hujan juga sama. Begitu aspalnya basah, tercium bau yang persis seperti sepuluh tahun lalu. Soal ingatan, barangkali hidung lebih jujur daripada mata.

Panjang langkah saya pun tidak berubah. Saya belum pernah menghitungnya, tetapi dari stasiun sampai rumah selalu kira-kira sebanyak itu langkahnya. Rupanya tubuh saya sudah hafal jalan ini.

Jalan yang sama, diri yang berbeda

Jalannya boleh sama, tetapi orang yang melangkah di atasnya tidak.

Sepuluh tahun lalu saya hanya ingin cepat-cepat melewati jalan ini. Saya yang sekarang malah merasa berjalan sedikit lebih lama pun tak apa. Yang berubah bukan jalannya, melainkan kecepatan saya sendiri.

Memikirkan itu membuat hati saya sedikit lebih ringan. Besok pun saya akan melalui jalan yang sama.